Berita Terkini

Penahanan Anak Anak WNI di Australia, RI Minta Penjelasan

Penahanan Anak Anak WNI di Australia, RI Minta Penjelasan

Peristiwa penahanan anak-anak asal Indonesia yang dilakukan oleh pemerintah Australia membuat banyak orang terkejut. Pasalnya dua pengacara hukum dari Ken Cush & Associated memberikan kabar apabila terdapat ratusan anak Indonesia di bawah umur ditahan karena kasus penyelundupan manusia. Ditambah lagi pihak bersangkutan belum memberikan keterangan atau klarifikasi mengapa tindakan tersebut sampai dilakukan. Hal tersebut kemudian membuat Kementrian Luar Negeri Indonesia segera mengambil sikap untuk mengatasi masalah penahanan ratusan anak-anak WNI. Kedutaan Besar Indonesia atau KBRI di Canberra mendesak pemerintahan Australia memberikan penjelasan terkait anak-anak dibawah umur yang masukkan ke dalam penjara Australia.

Penahanan Anak Anak WNI di Australia, RI Minta Penjelasan

Disamping itu, Kemlu Republik Indonesia membuat pernyataan secara tertulis yang menyatakan apabila KBRI di Canberra telah berupaya mengatasi kasus tersebut dan meminta klarifikasi sejelas mungkin kepada Pemerintah Federal Australia. Kemudian ia juga menambahkan apabila pihaknya telah menerima informasi penting dari Attourney General Department yaitu lembaga yang mengurus masalah tahanan di sana. Mereka memberikan keterangan ternyata penahanan tersebut dikarenakan adanya kasus penyelundupan manusia dimana anak-anak WNI dibawah umur terkait dengan kasus tersebut. Terlebih lagi dengan adanya kabar pengacara Ken Cush & Associated semakin mmebuat pemerintah Indonesia bertanya-tanya.

Pada akhirnya lembaga yang mengurus proses penahanan di Australia tersebut menjelaskan apabila sudah tidak ada lagi anak-anak Indonesia yang ditahan dalam penjara dewasa pemerintahan Australia. Semuanya telah dibebaskan bahkan sebagian dikembalikan ke negara asalnya yakni Indonesia. Akan tetapi, di sana masih ada dua orang Warga Negara Indonesia berada di dalam sel karena telah terbukti melakukan tindakan penyelundupan manusia. Kemudian mereka memastikan apabila dua pelaku tersebut adalah orang dewasa, bukan anak-anak di bawah umur seperti yang dikhawatirkan.

Seusainya mendapatkan konfirmasi sekaligus klarifikasi detail dari pihak Australia, Kemlu RI kembali memberikan pendapat mengenai kasus penyelundupan manusia oleh WNI yang dikatakan oleh pihak Ken Cush & Associated telah terjadi sejak 2012 silam. Menurutnya, kabar penahanan anak-anak menjadi yang beredar situs judi online dan mengejutkan pihak Indonesia hanyalah sebuah kesalahan interpretasi terhadap pernyataan pengacara Ken Cush & Associates bernama Mark Barrow dan Frank Tuscano. Pihak tersebut mengacu pada WNI dengan status masih anak di bawah umur sebanyak 115 orang yang diprosekusi tahun 2010 sampai 2012 di Australia dengan tuduhan tindakan penyelundupan manusia. Mereka memberikan informasi apabila terdapat ratusan anak WNI ditahan Australia secara iligal di penjara khusus dewasa karena penyelundupan.

Kemudian pada waktu itu, kantor pengacara Ken Cush & Associates mengecam sekaligus memberikan sebuah gugatan kepada pemarintahan Australia. Gugatan tersebut berisi kompensasi khusus untuk 115 anak-anak WNI yang sedang ditahan kepada Komisi hak Asasi Manusia atau HAM disana dengan alasan mereka masih berusia muda atau di bawah umur sehingga masih memerlukan toleransi bahkan perlindungan. Kedua pengacara Ken Cush & Associates tersebut tidak setuju apabila mereka menerima hukuman layaknya narapidana dewasa sehingga harus diberikan kompensasi secara adil dan bijaksana.

Proses klarifikasi berjalan lancar dan membuat pemerintahan Indonesia bernafas lega karena kabar mengenai penahanan ratusan anak WNI tidaklah benar. KBRI yang ada di Canberra juga sudah menduga terjadinya kesalahan interpretasi tersebut yang diungkapkan Tuscano dan Barrow sebelumnya. Dengan langsung menghubungi dan minta penjelasan secara langsung, pada akhirnya masalah itu bisa selesai tanpa menganggu hubungan kerjasama yang baik antara Indonesia dengan Australia.

Sumber: https://international.sindonews.com/read/1285640/40/ri-minta-penjelasan-australia-soal-penahanan-ratusan-anak-anak-wni-1519742724

Baca juga artikel kami sebelumnya mengenai: untuk menghindari pelecehan pemimpin australia usulkan wanita memakai hijab sesuai sunnah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *