Berita Terkini

Indonesia dan Australia Tanda tangani Kerjasama di Bidang Investasi dan Pembangunan Infrastruktur

Pemerintah Indonesia menyepakati nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah Australia untuk memperluas cakupan kerjasama. Diantaranya adalah penawaran investasi untuk pembangunan bandara di Indonesia bagian selatan.

“Pertemuan Indonesia-Australia ini berjalan tiap tahun dengan banyak kerja sama yang sudah berjalan 10 tahun lebih. Dengan manfaat signifikan kedua negara maka dibuat MoU baru,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, di sela-sela acara Pertemuan Indonesia-Australia Transportation Sector Forum di Courtyard Mariot, Nusa Dua, Bali, Kamis (6/4).

Dalam acara tersebut, turut hadir Deputy Secretary of Infrastructure and Regional Developmet Australia, Shane Caarmody dan Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso sebagaimana dilansir dari detik.com.

“MoU baru ada perluasan, tidak hanya keselamatan dan keamanan, tapi juga pembangunan infrastruktur. Karena infrastruktur adalah salah satu program prioritas Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla,” ujar Sugihardjo.

Sumber: depoktik

MoU tersebut, tersusun meliputi berbagai transportasi laut, darat, dan udara. Selain itu, MoU juga akan melibatkan pengembangan sumber daya manusia melalui training, capacity building, riset, SAR, lingkungan, serta manajemen data informasi serta  investasi infrastruktur.

“Kita dorong peran serta swasta, BUMN dan asing. Proyek yang kita tawarkan bandara-bandara di dekat Australia seperti Lombok, Labuan Bajo dan Bali Utara. Lalu pelabuhan khusus cruise atau kargo, misalnya ikan segar dari Nusa Tenggara langsung ke Australia kita dorong,” tambah Sugihardjo.

Gambaran umum MoU yang disepakati ini mengajak peran negara Australia dan investornya untuk membangun wilayah perbatasan Indonesia di bagian selatan. Sugihardjo menjelaskan, MoU akan semakin dikuatkan dengan kunjungan Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan ke Australia bersama Investor Indonesia.

“Kalau proyek ini bisa menarik swasta untuk berminat karena ini berlaku umum. Tak hanya nasional tapi juga swasta asing. Harus ada manfaat untuk kedua pemerintahan dan investor. Dalam rencana kunjungan kerja ke Australia, Menteri Perhubungan di Oktober atau November 2017 juga melibatkan delegasi swasta supaya business to business berjalan,” tutup Sugihardjo.

Sumber: www.depoktik.co.id/2017/04/06/ri-dan-australia-sepakati-kerja-sama-untuk-investasi-dan-pembangunan-infrastruktur/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *