Berita Terkini

Rekam Mahasiswinya di Kamar Mandi Profesor di Australia di Pidanakan

Rekam Mahasiswinya di Kamar Mandi Profesor di Australia di Pidanakan

Sebuah kasus pelecehan seksual terjadi di Australia. Seorang mantan profesor dari Universitas Charles Darwin, Australia, menjadi pesakitan setelah ia tertangkap diam-diam merekam salah satu mahasiswi kampus tersebut yang sedang bertelanjang di depan bathroom vanity. Mahasiswi yang menjadi korban Michael John Lawes mengalami tekanan depresi yang luar biasa karena ia sama sekali tidak menyangka mantan profesor itu melakukan hal yang tidak beradab.

Kejadian ini sekaligus mencoreng almamater Universitas Charles Darwin dimana universitas tersebut merupakan salah satu universitas ternama yang ada di Australia dan menjadi salah satu universitas yang sangat dibanggakan. Dengan adanya kasus tersebut, mau tidak mau nama Universitas Charles Darwin menjadi sorotan beberapa media di Australis, terutama untuk kasus mahasiswi yang di rekam di depan bathroom vanity pada kamar mandi rumahnya.

Kasus Pelecehan di Depan Bathroom Vanity

Korban Melakukan Penelitian

Korban dari Michael John Lawes adalah seorang perempuan berusia 28 tahun. Dia merupakan seorang peneliti yang berasal dari negara bagian lain di Australia. Ia memang sengaja datang ke flat Lawes untuk melakukan penelitian di Darwin beberapa waktu yang lalu. Selama tinggal di flat Lawes sebelum kasus di depan bathroom vanity yang menimpanya, ia merasa baik-baik saja karena pada dasarnya Lawes memberikan bantuan terhadap penelitian yang ia lakukan.

Kejadian itu bermula ketika korban berada di depan bathroom vanity di kamar mandi milik Lawes di dalam flat nya. Ia sedang mandi dan melakukan aktivitas lainnya. Pertama, korban tidak menyadari adanya hal aneh yang mengintai dirinya. Namun, beberapa saat kemudian, korban menyadari bahwa ada sebuah kamera kecil yang tersembunyi di dalam sebuah alarm asap. Karena kecurigaan inilah ia kemudian melapor pada polisi dan akhirnya Lawes ditangkap.

Pelanggaran Privasi yang Serius

Kasus mahasiswi yang direkam saat mandi di depan bathroom vanity menjadi kabar yang hangat dan terus dibahas di Australia. Kejadian itu menurut McNamee merupakan sebuah pelanggaran privasi yang sangat serius dimana Lawes mencoba mengetahui hal privat yang tidak diperbolehkan menurut hukum agama. Selain itu, kejadian ini juga mencoreng hubungan dari dosen dengan mahasiswa dimana seharusnya mereka berdua fokus pada masalah pendidikan.

McNamee menambahkan bahwa Lawes sebenarnya telah melakukan hal salah tersebut selama beberapa waktu. Dalam hal ini, Lawes hanya berhenti ketika korban mengetahui bahwa ada kamera tersembunyi di salah satu bagian bathroom vanity. Jika korban tidak mengetahui, bisa jadi Lawes akan terus melakukan kejahatannya dalam waktu yang lebih lama. Kejadian ini, menurut McNamee, akan memberikan efek yang begitu besar pada segi emosional, fisik serta profesional korban.

Hukuman Yang Berat

Kasus perekaman mahasiswa di depan bathroom vanity menjadi sebuah corengan yang nyata pada dunia pendidikan di kampus Australia. Dosen yang seharusnya memberikan akses yang tidak terbatas pada mahasiswa untuk belajar, justru melakukan tindakan amoral. Polisi di Australia bertindak cepat dengan menangkap Lawes. Tidak hanya itu, kasus ini sudah masuk ke pengadilan dan Lawes di tuntut dengan hukuman yang cukup berat.

Pengadilan mengancam Lawes dengan hukuman dua tahun penjara atau denda senilai 38.000 dollars. Hukuman ini merupakan hukuman yang sesuai dengan aturan negara. Namun, meskipun menyadari bahwa perekaman di depan bathroom vanity tersebut adalah sebuah kesalahan yang memalukan, pengacara Lawes yakni Jodi Truman berpendapat bahwa pengadilan seharusnya tetap mempertimbangkan kondisi psikis dari Lawes, sebagai pelaku.

Kasus perekaman mahasiswi di depan bathroom vanity menjadi bukti bahwa setiap orang harus berhati-hati terhadap segala kondisi. Bisa jadi, kasus perekaman di kamar mandi tersebut juga terjadi di tempat lain.

Mungkin jika Anda memiliki rencana ingin berjalan jalan ke Australia, kami ada rekomendasi tempat melihat bunga liar di australia yang cocok untuk liburan Anda sekeluarga.

Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2017/08/11/17300001/profesor-australia-disidang-karena-rekam-mahasiswinya-di-kamar-mandi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *